Home » Curhat

Hari Kemenangan..?

1 October 2008
4 Comments

Waktu saya masih duduk di bangku sekolah di salah satu kabupaten penghasil minyak di Kalimantan Selatan, salah seorang guru agama saya pernah mengajarkan bahwasanya di dalam penanggalan islam terdapat satu bulan yang sangat dahsyat. Disebut sangat dahsyat karena konon pada bulan ini, semua ibadah yang dilakukan oleh umat muslim dilipatgandakan pahalanya. Mulai dari ibadah yang tata caranya tercantum dalam Qur’an dan Al-Hadist, hingga kegiatan tidur yang dalam satu bulan tersebut tiba-tiba disinyalir menjadi salah satu bentuk ibadah.

Hebatnya lagi, ada satu malam di bulan ini yang ternyata pahalanya setara dengan pahala jika kita beribadah selama seribu bulan. Sungguh suatu anugerah yang sanggup membuat saya berpikir untuk cukup beribadah sekali seumur hidup saja.

Selain dari sisi religi, ternyata bulan suci yang hanya datang satu kali setahun ini juga bermanfat dari sisi ekonomi. Banyak para pelaku ekonomi, baik yang tetap maupun yang dadakan mendapatkan berkah berupa peningkatan keuntungan. Sebut saja mulai dari penjual busana muslim, penjual petasan, penjual penganan khas buka puasa, penjual kue lebaran hingga artis-artis ibukota yang tiba-tiba insyaf.

Anehnya, jika diperhatikan benar2 ternyata puncak kegembiraan mayoritas umat tidak terletak pada awal bulan Ramadhan yang agung ini, melainkan pada penghujung bulan. Setidaknya menurut pendapat saya.

Alasannya beragam: kembalinya kemerdekaan ngemil di siang hari,  kesempatan punya baju baru, kesempatan buat mudik ke kampung halaman, hingga alasan aneh seperti kesempatan punya penghasilan yang layak dari hasil berjualan makanan di siang hari, yang ternyata pada bulan suci yang agung tersebut, berjualan makanan pada siang hari sama dosanya dengan mendirikan negara di dalam negara: (di)HARAM(kan oleh Ormas "itu" dan umat2 manja yang tidak rela digoda saat berpuasa)

Wajar jika bergembira menyambut hari kemenangan, tapi sudah benarkah esensi Hari Kemenangan yang kita rayakan? Kemenangan apa? Kemenangan dari perjuangan melawan hawa nafsu selama berpuasa atau kemenangan terbebas dari belenggu yang membatasi nafsu selama bulan Ramadhan?

Ah, saya mulai meracaw.. Siapa juga yang berpikiran sepicik itu..

SELAMAT IDUL FITRI, MOHON MAAF LAHIR BATIN..

4 Comments »

  • Pakacil said:

    Selamat ‘Id al-Fithri pula
    mohon dimaafkan jika ada kesalahan
    mohon diikhlaskan jika ada utang
    :)

  • Sarah Luna said:

    Iya, Ramadhan datang yang ditunggu-tunggu Lebarannya. Fiuuuh….
    Walo telat, “Minal Adin Walfaidzin..Maaf lahir dan bathin”. *walo Lum kenal, kayaknya lum ada salah deh ya…*. Yah, perkenalan yang dimulai dengan kata MAAF. he… Cya..

  • cumie said:

    saya juga mengucapkan minal aidzin wal faidzin mohon maaf lahir & batin.

    ¿soq ??? ??ln? ????olq ?u?d??? ????? ‘ 82 l???u??

  • cumie said:

    haduh rusak ternyata tulisan kebalik saya disini :D

    betakun, tulakkah jar kemping blogger kena?

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.